Tausiyah Kebangsaan, KH Marsudi Syuhud: Pancasila Hasil Musyawarah Muktamar NU 1936

Sebagai pondok pesantren yang diamanati DPP LDII untuk menghasilkan juru dakwah, KH Soenarto menilai posisi Pondok Pesantren Wali Barokah sangat strategis. “Maka para juru dakwah itu perlu dibekali ilmu agama yang kaffah, dan wawasan kebangsaan yang kuat dan mantap,” terangnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Umum DPP LDII Ir. KH. Chriswanto Santoso, M.Si. mengemukakan pentingnya menjalin silaturahim. Dengan silaturahim itu, para tokoh agama bisa turut memikirkan bangsa dan negara sebagai kontribusi untuk menjadikan Indonesia negeri yang makmur penuh rahmat dari Allah.

“Tausiyah ini jadi penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, agar ukhuwah wathoniyah juga kuat, dan ketiga ukhuwah basariyah terjaga. Para pendiri bangsa mendirikan negeri ini atas perbedaan yang tak bisa dihindari, dan para ulama menjadi motor penggerak perjuangan. Dari perbedaan itu, justru kita menyatu,” ujarnya.

Chriswanto juga memberikan paparan tentang kemajuan teknologi di tengah era digital ini. Dampaknya, internet mempermudah lalu lalang informasi. Namun, teknologi itu juga mempermudah fitnah menyebar.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: