Ia menyarankan pemerintah mengubah pola penyekatan jangka panjang seperti saat ini. "Sebab, bila pola seperti saat ini terus dilakukan, maka cepat atau lambat psikologis massa akan tertekan," katanya.
Mulyadi menilai masyarakat banyak dirugikan dengan pola penyekatan yang dilaksanakan saat ini. Baik itu dari segi waktu maupun psikis, karena antre menjalani swab saat akan melintas Jembatan Suramadu.
Selain itu, menurut Ketua Ormas Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Jatim ini, masyarakat Madura di luar zona merah sangat dirugikan secara ekonomi.
"Karena itu, penting agar penyekatan segera dievaluasi baik dari di sisi Surabaya atau Madura. Pola saat ini tidak efektif. Lebih baik, sekalian saja Jembatan Suramadu ditutup dalam waktu tertentu sampai Covid-19 landai kembali. Itu lebih baik karena ada kepastian bagi masyarakat," ujarnya.










