Dengan berboncengan menggunakan sepeda motor Vespa bersama sang suami, Supriyadi Karima Syaiful, petinggi pemkot ini mencoba menanggalkan baju kebesaran pejabat tinggi negara dengan berbaur melebur bersama rakyat jelata.
Bahkan, wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto itu tampak gayeng memakan jajanan pasar yang dijajakan penjual keliling sambil 'ngemper' di Jembatan Blooto.Tak hanya itu, ia juga tak segan memborong jualan pedagang kaki lima (PKL) yang ditemuinya saat melintas.
Kepada media, Ning Ita mengatakan bahwa hari Jumat adalah hari spesial bagi dirinya untuk menyapa warga secara langsung. Ia mengkhususkan hari besar umat Islam tersebut untuk mendengar dan mengatasi setiap keluhan warganya.
Ia rela menyusuri gang-gang kecil perkampungan, anjangsana ke rumah-rumah warga yang membutuhkan uluran tangan, mendengar curhatan warga, menebar kebaikan dan kebahagiaan untuk masyarakat Kota Mojokerto.










