“Ada kemungkinan yang melaksanakan isoman ini dikhawatikan masih keluar rumah. Mereka tidak disiplin menjalani isoman. Mungkin bandel ya. Dia merasa OTG jadi masih keluar masuk, ini rawan,” kata Letkol Inf Rully Eko Suryawan.
Lebih lanjut, Letkol Rully mengatakan, di Kota Kediri tingkat kesadaran warga untuk melakukan isoter terbilang masih kurang. Hal itu lantaran banyak yang merasa takut tidak terurus saat berada di tempat isolasi terpusat. Padahal dia menjamin semuanya akan diurus di sana. Dan tenaga medis yang siaga 24 jam, untuk mengawasi kondisi kesehatan mereka.
"Rata-rata yang enggan melakukan Isoter itu karena takut terjadi apa-apa. Padahal yang melakukan isoter itu sebenarnya lebih terjaga. Di sana fasilitas semua lengkap, makan diberi, medis ada, kalau kritis langsung dirujuk. Yang bahaya kalau isoman ini kan bisa jadi mereka telat penanganan ketika kondisi kritis," katanya.
Selain warga Kelurahan Bandar Lor, personel TNI juga turut mendatangi sebanyak 5 warga isoman di Kelurahan Lirboyo. Keseluruhannya juga dibawa ke isoter oleh personel TNI bersama relawan Covid-19.










