Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. (foto: ist)
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dalam waktu dekat akan meninjau ulang program internet desa. Alasannya, layanan internet bagi setiap desa itu sering dikeluhkan masyarakat karena tarif dasar dengan kecepatan (speed) serta pelayanan provider tidak sebanding.
"Ya, saya sudah mendengar keluhan itu, nanti akan saya kaji ulang biaya internet desa," kata Mas Lindra, sapaan akrabnya, kepada BANGSAONLINE.com, Senin (30/8/2021).
BACA JUGA:
- Pemkab Tuban Raih WTP 11 Kali Beruntun, Ketua DPRD Minta Pemkab Pertahankan Tren Positif
- Pemkab Tuban Salurkan 42 Hewan Kurban, Dibagikan ke Kecamatan hingga Ormas
- Buka Ruang Kritik Lewat FKP, Satpol PP dan Damkar Tuban Komitmen Tingkatkan Layanan Publik
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
Ia menegaskan, akan segera menyelesaikan kendala internet tersebut. Sebab, sarana internet desa kunci dalam memberikan pelayanan masyarakat. Apalagi akses data ke dukcapil harus terintegrasi melalui akses internet. Jika hal ini dibiarkan begitu saja akan berdampak pada sistem kerja.
"Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak hanya fokus infrastruktur jalan saja, melainkan sarana dan prasarana kerja kantor menjadi perhatian guna pelayanan publik," imbuhnya.
Terpisah, salah satu Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Naryono mengeluhkan layanan internet desa yang digagas oleh Dinas Pemerintahan Desa, Pemberdayaan Masyarakat, dan Keluarga Berencana (Dispemas-KB) Tuban.
"Ketika ada trouble, petugasnya tidak sigap memperbaiki," keluh Naryono.
Ditambahkan, speed internet cenderung fluktuatif alias tidak stabil. Dia menyebut semula speed 2:2 megabyte dedicated dengan tarif bulanan 2 juta rupiah. Menurutnya belanja internet ini mahal, dibandingkan dengan belanja internet di provider lain yang bisa jauh lebih murah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




