Menurut Kiai Asep, PKI sebenarnya tak hanya melakukan pemberontakan politik pada September 1965. Tapi juga pada September 1946. Pada tahun 1946 itu bahkan PKI membunuh Kolonel Sutarto, Komandan Divisi IV/TNI (Divisi Panembahan Senopati) yang kemudian dilanjutkan aksi Madiun.
Kiai Asep juga menuturkan bahwa di Surabaya PKI selalu berhadapan dengan Pemuda Ansor. Menurut dia, saat itu PKI sangat dominan. Secara nasional PKI partai pemenang nomor 4.
Bahkan, menurut Kiai Asep, di Kota Surabaya PKI jadi partai pemenang. Karena itu PKI di Surabaya selalu berulah dan memprovokasi masyarakat.
“Pokoknya ngeri. PKI itu sangat pembohong,” tegas Kiai Asep.










