Kereta Api Jakarta-Surabaya Masih 11 Jam, Bisakah 4 Jam atau 7 Jam?

Kereta Api Jakarta-Surabaya Masih 11 Jam, Bisakah 4 Jam atau 7 Jam? Dahlan Iskan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com Jarak tempuh kereta api jurusan Surabaya-Jakarta masih 11 jam. Bisakah dipercepat? Misalnya 9 jam, 7 jam, atau 4 jam?

Simak tulisan wartawan terkemuka, Dahlan Iskan, di Disway hari ini, Senin 4 Oktober 2021. Di bawah ini BANGSAONLINE.com menurunkannya secara lengkap. Namun khusus pembaca di BaBe, sebaiknya klik lihat artikel asli di bagian akhir tulisan ini. Sebab tulisan di BaBe banyak yang terpotong sehingga tak lengkap. Selamat membaca:

MUMPUNG Covid-nya sudah dimarahi habis-habisan oleh LBP, ayolah kita sumbang pemikiran apa saja untuk kemajuan negara berikutnya.

Saya sendiri kepikiran rel kereta api Jakarta-Surabaya. Yang lewat utara –Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya (Pasar Turi).

Lima tahun lalu jalur itu sudah selesai ditingkatkan: menjadi double track. Bukan lagi seperti di zaman Belanda.

Begitu sulit mewujudkan rel ganda itu. Terutama problem sosialnya. Tanahnya sih sudah tersedia. Belanda sudah menyiapkan tanah yang cukup lebar di kanan-kiri rel.

Tapi tanah itu sudah telanjur banyak yang ditempati penduduk. Apalagi yang di sekitar stasiun di perkotaan. Rumah-rumah penduduk begitu mepet ke rel kereta.

Mereka itulah yang harus digusur. Memakan waktu yang lama. Memakan perasaan pula. Toh akhirnya berhasil –meski perlu waktu sekitar 10 tahun. Dana yang ditanam di situ juga besar. Tidak mengapa. Yang penting mimpi punya rel ganda terwujud.

Itulah impian lama kita: memiliki rel kereta api dua jalur. Agar perjalanan naik kereta tidak membosankan: berhenti melulu. Setiap kali kereta dari arah Jakarta harus berpapasan dengan yang dari arah Surabaya, salah satu harus mencari tempat berhenti dulu. Biasanya di stasiun terdekat.

Karena rel tunggal sudah dibuat ganda, persoalan seperti itu hilang. Perjalanan Jakarta-Surabaya bisa lebih cepat. Mestinya.

"Sejak ada rel ganda, berapa jamkah perjalanan dari Jakarta ke Surabaya?"

“Masih sama. Masih 11 jam".

Hah?

Kalau jarak 725 Km itu harus ditempuh 11 jam berarti kecepatan rata-ratanya hanya 66 Km/jam.

Tidak apa-apa: pelan-pelan saja. Toh masih pandemi. Minat bepergian memang masih sangat rendah.

Tapi kita tidak boleh lupa: membangun rel ganda itu mahal sekali. Setiap investasi harus ada hasilnya. Ibarat uang dari utang, harus diperhitungkan hasilnya. Agar bisa mengembalikan utang itu.

Dengan rel ganda berapa jam seharusnya perjalanan dari Jakarta ke Surabaya?

Saya belum pernah mendengar "target baru" setelah rel ganda itu terwujud: 7 jam? 7,5 jam?

Saya masih ingat: KAI pernah mencapai waktu tercepat untuk Jakarta-Surabaya, yakni 9 jam. Itu jauh sebelum ada rel ganda. Tentu KAI akan malu kalau target baru yang ingin dicapai hanya kembali ke 9 jam.

Simak berita selengkapnya ...