Menurutnya, kolam cerdas sistem IOT merupakan ide brilian pemuda desa, yang tidak hanya bermanfaat untuk warga Kemloko dan Blitar, tapi juga akan bermanfaat untuk Indonesia.
"Sudah terbukti dan teruji, teknologi ini mampu meningkatkan hasil panen petani koi, bahkan hingga 70 persen, karena sistem ini menyediakan data dari kolam secara real time. Karenanya, kematian koi baik yang disebabkan suhu air, maupun pemenuhan pakan koi dapat diminimalisir," jelasnya.
Selain meningkatkan produksi, sistem ini juga dapat memotong mata rantai tengkulak yang dapat merugikan petani koi. Petani koi tidak lagi tergantung terhadap tengkulak.
"Karena itu, secara langsung, sistem IOT akan meningkatkan pendapatan petani, dan meningkatkan kesejahteraan petani koi," pungkasnya. (ina/mar)










