Mohammad Santoso, Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang ditetapkan tanggal 22 Oktober bukan untuk sekadar digelarnya apel maupun renungan, tapi harus menjadi motivasi bagi para santri dan pondok pesantren untuk berkiprah lebih aktif di berbagai bidang sesuai kemampuan masing-masing.
Hal ini disampaikan oleh H. Mohammad Santoso, Ketua DPD PAN Kabupaten Mojokerto, Rabu (20/10). Menurutnya, para santri dapat menjadi bagian suksesnya program pemerataan pembangunan.
BACA JUGA:
- Ini Pesan Moral Waketum PAN Yandri Susanto saat Resmikan Kantor PAN Kabupaten Mojokerto
- Apel Akbar HSN Amanatul Ummah Dihadiri Tiga Syaikh Mesir, Kiai Asep: Sejarawan Kiri Gelapkan Sejarah
- Bupati Pamekasan Ajak Santri Jadi Penggerak Peradaban di Upacara Hari Santri 2025
- Besok Pagi, PP Amanatul Ummah Apel Akbar Hari Santri, Ini Kata Menteri Desa dan PDT RI
"Sebab, santri telah dididik dan dibesarkan dalam lingkungan yang penuh kedamaian dan agamis," katanya.
"Santri itu keren, santri dan pondok pesantren sangat dibutuhkan dalam program pemerataan pembangunan di segala bidang. HSN dapat memotivasi para santri untuk dapat berkiprah dan berprestasi di segala bidang," jelas Santoso yang juga Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto ini. (ris/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




