Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Aksara Internasional ke-56 Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 yang diselenggarakan di Ballroom Hotel el Royale Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (30/10). Foto: humas pemprov jatim
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa butuh percepatan secara massif literasi digital menuju era society 5.0 saat ini. Menurut Khofifah, kemampuan literasi digital merupakan paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini untuk tidak hanya mengenal teknologi, namun cermat menggunakannya.
Khofifah mengatakan, penetrasi internet yang begitu kuat namun belum diimbangi dengan pemahaman literasi digital yang massif berakibat pada banyaknya pengguna internet mudah terpapar hoaks, terjaring kejahatan siber, dan tidak memahami etika bermedia digital sehingga berujung pidana.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
"Memahami literasi digital saat ini menjadi hal penting yang harus dimiliki semua kalangan masyarakat. Sekarang semua hal berkaitan dengan dunia digital, terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 ini memaksa kita untuk mau tidak mau belajar teknologi dan bersentuhan dengan digitalisasi," ujar Khofifah saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Aksara Internasional ke-56 Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 yang diselenggarakan di Ballroom Hotel el Royale Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (30/10).
Karena itu, kata Khofifah, literasi digital merupakan sesuatu yang harus dikuasai saat ini. Dengan memahami literasi digital masyarakat akan mampu mengikuti percepatan dan perkembangan dengan berbagai inovasi yang saat ini banyak terjadi.
"Pandemi Covid-19 mengajarkan banyak hal kepada kita semua, kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara online, bekerja juga dengan online. Mau tidak mau harus dilakukan karena kita memang dibatasi untuk melakukan kontak fisik jadi satu-satunya yang bisa dilakukan secara online," tutur Khofifah.
Gubernur Khofifah berharap bupati dan walikota melakukan pengkajian khusus terhadap program-program literasi digital untuk menyiapkan generasi saat ini agar siap menghadapi era society 5.0. Dimana, tingkat literasi berkorelasi positif terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Saya berharap bupati, walikota berperan aktif dalam meningkatkan pemahaman literasi digital di daerahnya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal dengan metode dalam jaringan (online), berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov Jatim dalam melaksanakan program-program keaksaraan dan literasi digital di masing-masing kabupaten kota," harapnya.
“Bupati/walikota yang turut mengembangkan literasi digital di daerahnya masing-masing, serta mendorong pencerdasan kehidupan bangsa. Semakin cerdas makin makmur sejahtera,” tambah Khofifah.
Selain keterampilan literasi digital, lanjut Khofifah, masyarakat penting untuk memahami empat pilar kurikulum literasi digital, yaitu Digital Safety, Digital Skills, Digital Ethics, dan Digital Culture.
“Masih banyak masyarakat yang menggunakan teknologi, tetapi tidak memanfaatkannya secara maksimal. Inilah yang memerlukan literasi digital, termasuk menerapkan empat pilar kurikulum literasi digital,” tandasnya.
Menurut Khofifah, Indonesia termasuk Jawa Timur memerlukan etika digital (digital ethics) serta adanya kultur digital. Ini penting, sebab digitalisasi ini mampu mempercepat berbagai layanan termasuk saat masa pandemi, serta bisa mewujudkan Satu Data Indonesia.
Menurut dia, untuk menjaga rasa aman dalam teknologi digital, maka digital ethics harus diterapkan dalam penggunaan teknologi digital dalam era ini. Masyarakat sipil perlu melakukan sinkronisasi untuk menjadikan digital ethics sebagai referensi dalam menggunakan teknologi digital.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




