Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, bersama rombongan saat meninjau lokasi banjir bandang di Kota Batu.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, melihat langsung penanganan banjir di Dusun Sambong, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (11/11). Ia menuturkan telah memonitor dan mengirim ekskavator untuk membersihkan material banjir sejak hari pertama.
Menurut dia, banjir bandang ini serupa dengan kejadian di daerah lain, yakni tersumbatnya air akibat material longsoran yang telah menjadi bendung alam di bagian hulu, di mana jumlahnya terus bertambah. Saat curah hujan tinggi, bendung-bendung alam itu tidak kuat menahan luapan air sehingga menjadi banjir bandang yang mengalir ke alur sungai.
BACA JUGA:
- Orang Tua Rela Antre Tengah Malam demi SPMB, Dewan Pendidikan Kota Batu Soroti Tingginya Minat
- Tes VO2MAX Digelar KONI Kota Batu, Beri Hasil Kebugaran Atlet Jelang Porprov 2027
- Sambut Libur Panjang, Polres Batu Perketat Pengamanan Jalur Wisata
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
Ia mengatakan bahwa upaya penanganan banjir bandang di Kota Batu adalah dengan segera membersihkan dan melebarkan alur sungai tersebut. Sedangkan untuk masyarakat yang terdampak dan berada di bantaran alur sungai sepanjang 4 kilometer itu harus segera direlokasi.
Berikutnya, lanjut Basuki, melakukan perbaikan utilitas terdampak, salah satunya pipa air minum, bekerja sama dengan PDAM. Selain itu, ada jembatan yang juga harus segera diperbaiki oleh pihak Binamarga agar lebih layak, serta pelebaran gorong-gorong.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengatakan bahwa pemerintah daerah, kecamatan, dan desa akan segera rapat koordinasi tentang regulasi dan kebutuhan relokasi. Camat, kepala desa, dan seluruh perangkat juga akan melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat terdampak, khususnya yang berada di bantaran sungai, agar bersedia untuk direlokasi.
Anak-anak yang menjadi korban bencana, kata Dewanti, bakal diurus oleh Dinas Pendidikan Kota Batu. Pasalnya, dinas terkait sudah memiliki program untuk penanganan mereka.
“Kita tidak mengharuskan anak-anak untuk tidak sekolah. Selain itu, ada tim trauma healing untuk menangani trauma yang dialami,” kata Wali Kota Batu. (asa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




