Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar (dua dari kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kasus bunuh diri seorang mahasiswi bernama Novia Widyasari Rahayu (23) di Kabupaten Mojokerto, mendapat atensi serius dari pihak kepolisian. Pasalnya, penyebab bunuh diri Mahasiswi Universitas Brawijaya tersebut masih mengganjal.
Korban yang merupakan warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, itu ditemukan meninggal di samping pusara makam ayahnya.
BACA JUGA:
- Kader Gerindra Kabupaten Pasuruan Laporkan Akun Medsos yang Dinilai Hina Prabowo
- Rangkaian Harjad Kabupaten Mojokerto ke-733, Majapahit Heritage Fun Runq 2026 Diikuti 1.200 Peserta
- Polres Mojokerto Tangkap Residivis Pencurian Minimarket
- Polres Pasuruan Tangkap Tiga Pelaku Begal dan Jambret 3 TKP, Satu Korban Tewas
Semula, ia diduga melakukan bunuh diri lantaran depresi teringat mendiang ayahnya. Namun, belakangan beredar ia diduga bunuh diri karena persoalan asmara dengan oknum anggota polisi berinisial RB.
RB ini polisi berpangkat Bripda dan berdinas di Polres Pasuruan.
Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar saat dikonfirmasi wartawan, mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Jatim dan Polres Pasuruan terkait dengan kebenaran oknum polisi tersebut.
"Berkaitan dengan inisial R anggota Polres Pasuran itu betul. Tim dari Polda Jatim dan polres saat ini sedang mendalami dan investigasi terhadap informasi yang berkembang saat ini," katanya, Sabtu (4/12).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




