Lantik Pergunu se-Yogyakarta, Kiai Asep: Penjual Kayu Lebih Mulia Ketimbang Tokoh yang Minta

Menurut dia, sekarang Pergunu solid dan besar. Ini berbeda dengan saat pemerintahan Orde Baru (Orba).

“Dulu Pergunu ditenggelamkan oleh Orde Baru. Dulu ada kebijakan (dari pemerintah orba) untuk monoloyalitas kepada PGRI,” kata Kiai Asep di depan para pengurus Pergunu yang juga dihari para tokoh Yogyakarta. Antara lain: Ketua PWNU Yogyakarta, Fahmy Akbar Idris, perwakilan bupati dan tokoh lain.

Menurut Kiai Asep, pesatnya perkembangan Pergunu – terutama dalam pendirian dan pelantikan pengurus Pergunu di berbagai daerah karena dibiayai secara pribadi.

“Semua pengurus Pergunu yang turun ke daerah-daerah saya biayai. Tiketnya saya belikan dan saya kasih uang. Tiket tinggal minta kepada Pak Dofir. Pak Dofir itu bagian pelayanan tiket. Dalam satu bulan tiket pesawat bisa mencapai Rp 200 juta. Bahkan kadang Rp 300 juta,” kata pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: