“Kota Surakarta memang terkenal dengan batiknya dan Kota Kediri terkenal dengan tenun ikatnya. Ya, kita akan bicarakan lebih lanjut tentang kerja sama ini. Saat ini yang terpenting harus berkolaborasi untuk pemulihan ekonomi,” ujar Gibran.
Sementara Wali Kota Abu Bakar mengungkapkan, Kota Kediri ingin belajar lebih banyak dari Kota Surakarta untuk mengembangkan produk-produk UMKM. Ia mengungkapkan kekagumannya atas terhadap omzet "Solo Great Sale" yang justru mengalami peningkatan saat pandemi.
Selain itu, Kota Surakarta juga memiliki Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman yang telah berhasil dibranding. Sehingga banyak orang datang ke Solo untuk berkunjung ke sana dan membeli produk di sana.
“Kami dari Kota Kediri khususnya Kadin mencoba bekerja sama. Kalau kerja sama ini berhasil, kami yakin pemulihan ekonominya akan jauh lebih efektif. Saya lihat Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman ini berhasil mem-branding dan bisa sampai merubah lingkungannya. Nah, kita ingin belajar itu. Di Kota Kediri sudah ada Kampung Tenun Ikat Bandar Kidul tapi belum sampai merubah lingkungannya,” ujar Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri.










