"Potensi kader NU di luar negeri sangat besar dan dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan NU di dunia Internasional, namun sayangnya kepemimpinan NU selama ini tidak mengoptimalkan eksistensi NU luar negeri untuk mengembangkan kerja sama dan penguatan jaringan Internasional," kata Mukhlason.
Sementara Kiai Nur Hasyim Subadi, Rais Syuriah PCI Belanda, menyoroti tantangan NU memasuki abad kedua. Menurut dia, ini cukup berat, karena itu NU perlu merumuskan program-program internasional yang melibatkan PCI Luar Negeri.
"SDM NU luar negeri yang demikian besar dan memiliki jarangan yang kuat di berbagai bidang belum dioptimalkan oleh PBNU untuk mengembangkan program-program NU ke depan. Memasuki abad kedua, tantangan NU cukup besar dan persoalan dunia semakin kompleks, karena itu peran PCI menjadi sangat strategis," jelas Hasyim.
Mewakili kubu Gus Yahya Saquf, KH. Imron Rosyadi yang sering disapa dengan panggilan Gus Im menyampaikan pentingnya regenerasi bagi NU, terlebih lagi saat ini NU telah memasuki abad kedua. NU menghadapi tantangan yang cukup berat, karena itu kepemimpinan NU mendatang harus diisi oleh pemimpin muda visioner yang memiliki pola pikir strategis.










