Luhut Blak-blakan, Ada 10 Investor Tiongkok, Tanahnya Milik Boy Thohir, Proyek di Kaltara

Itu bukan guyon. Kalimat itu diucapkan Menko Luhut Binsar Pandjaitan di depan presiden, para menteri, gubernur, bupati, dan investor. Yakni saat Menko Marves itu berpidato di acara dimulainya pembangunan kawasan industri hijau di pantai Tanah Kuning, Kalimantan Utara.

"Sebelumnya kami tidak tahu siapa pemilik tanah kawasan ini. Ternyata milik Boy Thohir," kata Luhut.

Itulah ciri khas Luhut: blak-blakan. Tidak ada yang disembunyikan. Toh orang juga tahu. Luhut tampak sangat tangkas di umurnya yang 74 tahun. Bukan saja bicaranya, juga gerak tubuhnya. Ia sudah bangkit dari kursinya menuju podium sebelum MC selesai mengundangnya. Lalu berjalan setengah berlari. Salamnya juga simpel, yang cara Islam saja. Kata-katanya tegas dan jelas.

Luhut juga realistis. Di samping soal tanah tadi juga soal waktu. "Sejak tahun 2015, proyek ini seperti telur dan ayam. Muter-muter terus," katanya. "Investor PLTA menunggu industrinya dibangun. Investor industri menunggu listrik," tambahnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Luhut Blak-blakan, Ada 10 Investor Tiongkok, Tanahnya Milik Boy Thohir, Proyek di Kaltara - Halaman 2