Dahlan Iskan (kiri) saat menyerahkan buku ke Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Dahlan Iskan berkunjung ke Pemkab Gresik pada dalam giat Disway Explore Business with Dahlan Iskan, Minggu (25/1/2025). Kunjungan mantan pimpinan Jawa Pos Grup ini disambut Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, bersama jajaran pejabat setempat.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa Kota Pudak memiliki potensi strategis lengkap, mulai dari garis pantai panjang, 9 pelabuhan, hingga basis industri, dan tenaga kerja yang kuat.
“Investasi di Gresik kami dorong tumbuh, tetapi prinsipnya jelas: investasi naik, angka kemiskinan wajib turun. Sebelum merekrut tenaga kerja dari luar, kami mendorong optimalisasi tenaga kerja asal Gresik. Kami siapkan tenaga kerjanya dengan berbagai pelatihan dengan sertifikat BNSP,” ucapnya.
Ditegaskan pula komitmen Pemkab Gresik untuk memastikan kemudahan berinvestasi.
“Pintu kami terbuka. Pak Bupati dan saya berkomitmen akan menindak tegas jika ada pihak yang menghambat dalam berinvestasi di Kabupaten Gresik,” tuturnya.
Alif menekankan implementasi Perda No. 7 Tahun 2022 dan Perbup No. 71 Tahun 2024 yang mewajibkan perusahaan mempekerjakan minimal 60 persen tenaga kerja asal Gresik sebagai bentuk keberpihakan pada masyarakat lokal.
Di hadapan Dahlan, Alif juga memaparkan capaian sektor unggulan daerah. Gresik dikenal sebagai sentra penghasil bandeng, masuk 5 besar penghasil beras di Jawa Timur, serta menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi di Jawa Timur dengan capaian Rp 29,4 triliun.
Bahkan, 5 Investment Project Ready to Offer (IPRO) juga diperkenalkan, meliputi industri pengolahan logam tembaga, alat dan mesin pertanian, hilirisasi timah, garam farmasi, dan unit pengolahan ikan bernilai tambah.
Sementara itu, Sekdakab Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyebut arah kebijakan investasi di Gresik berlandaskan prinsip kemaslahatan masyarakat.
“Investasi di Kabupaten Gresik bukan sekadar mengejar nilai ekonomi. Prinsipnya adalah kemaslahatan masyarakat. Investasi yang masuk harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga Gresik,” paparnya.
Kegiatan diikuti 44 peserta dari berbagai skala usaha, mulai mikro, kecil, menengah hingga besar, serta lintas sektor seperti pangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, energi, logistik, jasa profesional, teknologi informasi, pendidikan, percetakan, ekonomi kreatif, hingga media.
Sebelum beraudiensi di kantor bupati, peserta terlebih dahulu mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Manyar, kawasan industri strategis yang menjadi penggerak investasi nasional dan internasional di Jawa Timur.
Amy Yulia sebagai salah satu peserta dan merupakan pelaku usaha lokal mengungkapkan, iklim perizinan di Gresik berjalan kondusif dan didukung penerimaan masyarakat yang baik. Kondisi tersebut memberi kepastian dan rasa nyaman bagi pelaku usaha untuk terus berkembang.
Disway Explore Business with Dahlan Iskan menjadi ruang temu antara Pemkab Gresik dan pelaku usaha lintas sektor, sekaligus momentum menunjukkan bahwa pertumbuhan industri di Gresik berjalan berdampingan dengan identitas lokal, kekuatan ekonomi rakyat, serta keberpihakan pada masyarakat. (hud/mar)






