ILUSTRASI. Seorang penjual minyak goreng curah di Surabaya menunjukkan dagangannya. Foto: Jawa Pos
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ibu-ibu di Kota Surabaya resah dan galau. Penyebabnya, minyak goreng tiba-tiba lenyap dari pasar dan toko. Bahkan di toko-toko swalayan seperti Alfamart dan Indomart juga lenyap.
“Gak ada semua, termasuk di toko-toko swalayan seperti Indomart dan Alfamart,” kata Hj Maimunah Saroh kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (25/1/2022).
BACA JUGA:
- Beli Minyak Goreng Dikirim Batu, Penjual Sembako di Pasuruan Jadi Korban Penipuan Rugi Rp1 Juta
- Harga Sembako Jatim 1 Mei 2025: Beras Medium Rp12.489/kg, Cabai Rawit Rp35.509/kg
- Masih Mahal, Segini Harga Sembako Jateng per 8 April 2025
- Harga Sembako Jatim 8 April 2025: Cabai Rawit Rp73.797/kg, Beras Medium Rp12.497/kg
Tadi pagi ia mengaku ke Alfamart. Menurut dia, petugas Alfamart bilang gak ada minyak goreng. “Ibu lihat sendiri di tempatnya. Tak ada minyak goreng,” kata petugas Alfarmart di kawasan Pacar Kembang Tambak Sari, Surabaya.
Maimunah Saroh mengaku heran. “Lha iya, ke mana minyak goreng itu kok tiba-tiba gak ada. Apa ada yang bermain ya,” tanya ibu empat anak itu penasaran.
Yang menarik, ternyata warga Kota Surabaya yang resah dengan lenyapnya minyak goreng tidak hanya kaum ibu. Tapi juga kaum bapak-bapak. Di antaranya Dr KH Priyo Handoko. Ia sempat menumpahkan unek-uneknya di Facebook.
“Yaa Allah. Saya tadi sore mencari minyak goreng di 3 supermarket besar dan ternama di Surabaya, tidak mendapatkan. Akhirnya beli di toko tetangga per kilo (per kantong) Rp 40.000. Ke mana perginya minyak goreng,” tulis Priyo Handoko yang dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.
Tampaknya kini harga minyak goreng tidak hanya naik dan melambung tinggi. Tapi juga sulit didapatkan. (mma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




