Padahal mereka sudah tidak memiliki ayah untuk menopang hidup mereka. Ibunya lah yang selama ini menjadi tulang pungung keluarga.
Aldi adalah sosok yang mandiri. Selain mengumpulkan rongsokan bersama ibunya, Aldi sudah terbiasa dengan aktivitas rumah tangga. Aldi beberapa kali kadang tidak bisa masuk sekolah, karena harus mengurus ibunya ketika sakitnya kambuh. Termasuk untuk mencari rongsokan, sementara juga harus terhenti.
Pihak sekolah sangat mengerti dan maklum dengan kondisi keluarga Aldi. Neneknya yang sudah tua dan adiknya yang masih kecil tidak bisa banyak membantu. Akhirnya mau tidak mau Aldi yang menjalani hampir seluruh pekerjaan rumah sambil tetap merawat ibunya.
Saat sakit ibunya sedang kambuh, inilah saat Aldi tidak ada pemasukan, karena tidak bisa mencari rosok untuk dijual. Memang ada bantuan dari kerabat yang hanya cukup untuk kebutuhan seadanya. Apalagi membawa ibunya untuk berobat, niat yang selalu diurungkannya karena tidak ada biaya sama sekali.










