Sebelumnya, akhir tahun lalu Pemerintah Kota Kediri didampingi LPA Tulungagung telah melakukan asesmen kepada 221 anak yatim dampak Covid-19 di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Mojoroto, Kota, dan Pesantren.
Penilaian asesmen didasarkan pada hak anak atas administrasi kependudukan, situasi pengasuhan, situasi pendidikan, situasi kesehatan, dan situasi kesejahteraan. Nantinya, OPD terkait juga akan melakukan pendampingan psikososial untuk keluarga anak yatim piatu.
"Dari hasil asesmen itu kemudian anak-anak diberikan layanan sesuai kebutuhan. Beberapa anak mungkin butuh kartu Indonesia pintar, ada yang butuh bansos, dukungan pengasuhan pengganti, dan lain-lain," ujar Winny.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Kediri Chevy Ning Suyudi mengatakan dari hasil asesmen tersebut akan dipetakan dan ditindaklanjuti oleh OPD yang akan mengampu anak-anak yatim tersebut.










