BPBD Kabupaten Pasuruan bersama jajaran Muspika serta OPD terkait, melakukan kerja bakti pembersihan sampah dan lumpur yang menyumbat beberapa saluran anak Sungai Wrati.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - BPBD Kabupaten Pasuruan bersama jajaran Muspika serta OPD terkait, melakukan kerja bakti pembersihan sampah dan lumpur yang menyumbat beberapa saluran anak Sungai Wrati.
Hal itu dilakukan untuk mengatasi persoalan genangan banjir yang melanda 3 desa yakni Legok, Kejapanan, dan Gempol, Kecamatan Gempol pasca diguyur hujan lebat dalam sepekan.
BACA JUGA:
- Aksi Pencurian di Pasuruan Gagal, Pelaku Tinggalkan Motor Curiannya
- Mahasiswi Kehilangan HP Saat May Day 2026 di Pasuruan
- Hadapi Era Digital, Ketua TP PKK Kota Pasuruan Tekankan Peran Orang Tua Cegah Perkawinan Anak
- Pelapor Dugaan Korupsi Banpol PDIP Kabupaten Pasuruan Serahkan Dokumen Tambahan ke Kejaksaan
Agar penanganan lebih maksimal, dua alat berat berupa ekskavator tipe medium milik Dinas Sumberdaya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang dan Balai Besar Brantas diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan ratusan kubik sampah yang selama ini menjadi penyebab utama aliran sungai tidak berjalan maksimal.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Haris yang dikonfirmasi BANGSAONLINE.com mengatakan, fokus penaganan pembersihan sampah berada di bundaran Gempol sampai fly over pembersihan sampah dan lumpur sedimen.
“Kegiatan dimulai pada Selasa (1/3), kita siapkan dua alat berat dari SDA dan Balai Brantas,” jelasnya
Dalam kegiatan normalisasi kolabarasi tersebut, diikuti jajaran Muspika Kecamatan Gempol, kepala desa dan para rewalan. Mereka bersama-sama melakukan kerja bakti membersihkan tumpukan sampah dan langsung diangkut menggunakan armada milik DLH.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para kepala desa serta jajaran Muspika yang ikut aktif melakukan pembersihan,“ tambahnya. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






