Hal itu menurutnya karena potensi Madura sangat besar. Mulai dari garam, jagung, jamu-jamu herbal yang berbasis di Madura, serta wisata halal, sebagai upaya membagun ekosistem industri halal yang terpadu.
"Produk halal akan terasa ketika produk unggulan ekosistemnya dapat saling dirajut, khususnya di Madura. Industri halal tidak hanya berbicara satu item, tapi seluruh elemen akan terlibat. Apalagi pemerintah mencanangkan Indonesia menjadi kawasan industri halal di tahun 2024," tutur Lukman.
Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan upaya komprehensif agar kawasan industri halal itu dapat seger tercapai.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Dr Drs EC Muh Syarif MSi mengaku siap memfasilitasi pembangunan kawasan industri halal dengan berbagai inovasi seperti pengembangan pariwisata halal, jagung, garam, rempah, energi, dan pangan.










