Suasana ketika masyarakat menggeruduk pasar murah di Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga Tuban rela berdesak-desakan untuk mendapatkan komoditi murah yang digelar dinas pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan setempat, Selasa (15/3). Mereka sudi mengantre sejak pagi agar tidak ketinggalan operasi pasar pangan murah berkualitas yang diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).
Untuk menghindari terjadinya kerumunan, sejumlah petugas mengatur kunjungan secara berkala. Namun, banyaknya warga yang ingin mendapatkan komoditi dengan harga murah mengakibatkan antrean cukup panjang.
BACA JUGA:
- DPRD Tuban Dorong Penguatan Gerakan Literasi, Soroti Minimnya Pemahaman Demokrasi Pelajar
- Dukung Pertanian Presisi, BRI Tuban Bangun Greenhouse di Kampus Mapesa Singgahan
- Pemkab Tuban Raih WTP 11 Kali Beruntun, Ketua DPRD Minta Pemkab Pertahankan Tren Positif
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
Seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Latsari, Sugi Utami, mengaku senang dengan adanya pasar murah itu. Mengingat, sebagian besar harga pangan menjelang Bulan Ramadhan cenderung meningkat.
"Harganya di sini lebih murah dari pasaran, kalau bisa setiap bulan dilakukan pasar murah seperti ini," ujarnya.
Ia memanfaatkan pasar murah untuk memborong semua bahan pokok yang menjadi kebutuhannya sehari-hari, seperti minyak goreng, bawang, beras, dan gula. Utami berharap, pemerintah bisa lebih memperhatikan perihal kebutuhan bahan pokok untuk masyarakat, apalagi minyak goreng yang saat ini sedang langka.
"Bulan depan kita kan sudah memasuki bulan puasa, kalau bisa harga gula dan minyak jangan sampai meroket karena sudah menjadi kebutuhan wajib setiap hari," tututrnya.
Sementara itu, Kabid Ketahanan pangan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Tuban, Lamidi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menstabilkan harga kebutuhan rumah tangga yang saat ini tengah meningkat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




