Tanah Amblas Diduga Pemicu Ambruknya Gedung SDN Trantang, Perbaikan Dikebut Saat Libur Sekolah

Tanah Amblas Diduga Pemicu Ambruknya Gedung SDN Trantang, Perbaikan Dikebut Saat Libur Sekolah Tim Dispendik Tuban dan pihak terkait saat mengecek kondisi gedung SDN 1 Trantang yang mengalami ambruk.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten bergerak cepat meninjau lokasi ambruknya gedung di Kecamatan Kerek, Minggu (21/6/2026). Insiden runtuhnya bangunan sekolah tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (20/6/2026) malam.

Plt Kepala Dispendik Kabupaten , Irma Putri Kartika, menjelaskan bahwa berdasarkan asesmen tim di lapangan, kerusakan parah melanda ruang kelas 1, khususnya pada bagian atap dan dinding. Kondisi ini membuat ruang kelas tersebut sama sekali tidak bisa digunakan.

Beruntung, karena insiden terjadi saat malam hari, tidak ada aktivitas belajar mengajar di lokasi.

"Informasi yang kami terima, kerusakan terjadi pada atap ruang kelas 1 sekitar pukul 19.00 WIB. Karena terjadi pada malam hari, tidak ada korban jiwa maupun korban luka," ujar Irma, Minggu (21/6/2026).

Untuk menindaklanjuti peristiwa ini, Dispendik langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPPPRKP) Kabupaten guna melakukan inspeksi menyeluruh.

Dari hasil peninjauan bersama, diketahui titik kerusakan berada pada satu plong kolom (2,5 meter) di sisi ujung selatan ruang kelas 1. Kerusakan dipicu oleh faktor alam, yakni pergeseran tanah.

Berdasarkan pemeriksaan, terjadi penurunan permukaan tanah yang menyebabkan struktur fondasi ikut turun. Akibatnya, struktur bangunan di atasnya menjadi tidak stabil hingga akhirnya runtuh.

Sementara ruang kelas 2, 3, dan 4 yang berada di sebelahnya dipastikan aman dan tidak terdampak.

Irma menegaskan bahwa hasil asesmen teknis ini akan langsung dijadikan dasar untuk menentukan langkah renovasi ke depan.

"Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. Tujuannya, agar fasilitas pendidikan dapat tetap mendukung proses belajar mengajar secara aman dan nyaman," bebernya.

Beruntung, momentum insiden ini bertepatan dengan masa libur semester sekolah yang dijadwalkan berlangsung mulai 22 Juni hingga 12 Juli 2026. Jeda waktu libur ini akan dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan sebelum para siswa kembali masuk sekolah. Proses renovasi bangunan rencananya akan dianggarkan melalui P-APBD 2026, sesuai hasil koordinasi dengan Bapperida.

"Kami akan terus memastikan dan cek ulang kondisi bangunan, termasuk juga rencana tindaklanjutnya. Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan lingkungan sekolah tetap aman serta layak digunakan sebagai sarana pendidikan bagi para siswa," pungkas Irma. (wan/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Perahu Penyeberangan Tenggelam di Bengawan Solo, Belasan Warga Dilaporkan Hilang':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO