MUI Minta Blokir Akun Medsos yang Promosikan LGBT

MUI Minta Blokir Akun Medsos yang Promosikan LGBT Iddy Muzayyad. Foto: dok.pri

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Wakil Ketua Komisi Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI) Idy Muzayyad merespon sikap Menko Polhukam, Mahfud MD, yang seakan membiarkan dan memperbolehkan promosi LGBT di ruang publik melalui media. Mantan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) itu minta pemerintah melarang semua bentuk promosi yang mengarah pada perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) di media.

"Kami kira pernyataan Pak Mahfud MD, kemudian belum lama ini ada Podcast Deddy Corbuzier meskipun sudah ditake down. merupakan bentuk promosi perilaku LGBT di media," tegas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulisnya kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (13/5/2022) .

Wakil Sekjen DPP PPP itu juga minta Kemenkominfo menindak tegas segala konten atau akun media sosial yang menayangkan tindakan yang mempromosikan LGBT.

"Seperti Ragil dan pasangannya itu kan berawal dari media sosial (tik-tok), meskipun mereka di negara bebas (LGBT) tetapi kan yang mengkonsumsi konten mereka adalah masyarakat Indonesia, anak-anak Indonesia juga. Kami ingin Pemerintah bisa memikirkan cara bagaimana agar konten-konten yang mengarah pada promosi LGBT diblokir, atau hematnya tidak bisa dikonsumsi oleh anak-anak Indonesia," kata Direktur Lingkar Informasi, Media dan Analisa Sosial (Limas) itu.

(Deddy Corbuzier. Foto: tangkapan you tube)

Idy mengingatkan bahwa Undang-undang penyiaran juga menegaskan bagaimana tujuan penyelenggaraan penyiaran. Salah satunya terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa.

"Spiritnya adalah promosi LGBT melalui semua media harusnya dilarang, karena tidak sesuai dengan nilai-nilai agama yang universal. Sementara Pancasila dan undang-undang terkait jelas menyebut kata ketuhanan, keamanan serta ketaatan pada nilai agama," ungkapnya.

Simak berita selengkapnya ...