Perayaan Kemerdekaan RI Terganggu Irjenpol Sambo, Bisa Jadi Momentum Perbaikan Polri?

Perayaan Kemerdekaan RI Terganggu Irjenpol Sambo, Bisa Jadi Momentum Perbaikan Polri? Dahlan Iskan

JAKARTA, BANGSAONLINE.com Kasus Irjenpol bukan saja kasus besar tapi juga tragedi terbesar bagi . Ratusan juta rakyat Indonesia – bahkan dunia internasional – tiap hari menyoroti secara cermat dan detail kasus pembunuhan yang banyak membuka sisi negatif – bahkan aib itu.

Dahlan Iskan, wartawan kondang, bahkan menilai bahwa kegembiraan Rakyat Indonesia merayakan RI – beliau mengistilahkan perayaan kemerdekaan – terganggu gara-gara Irjenpol .

Pertanyaannya, akankah para petinggi mau bermuhasabah, mengevaluasi diri, dan mau berbenah, sehingga kasus Irjenpol Sambo bisa jadi momentum perubahan untuk memperbaiki tubuh ? Jika bisa, kenapa tidak?

Nah, detailnya, silakan baca tulisan mantan menteri BUMN itu di BANGSAONLINE di bawah ini. Selamat membaca: (PENGANTAR REDAKSI BANGSAONLINE).

TERGANGGU lagi. Kegembiraan kita masih harus tertunda tahun ini - -gara-gara Irjenpol dengan peristiwa Duren Tiganya.

Dua tahun terakhir perayaan kemerdekaan tenggelam oleh pandemi Covid. Kali ini tenggelam oleh gemuruh cinta segi tiga, segi empat, atau bahkan tidak bersegi sama sekali.

Merdeka!

Peristiwa besar sering bisa melahirkan perubahan besar. Kalau mau. Kalau bisa.

sudah membuktikan di awal reformasi: berubah. Besar sekali. Sakit sekali. Tapi bisa. Sukses. Kembali ke barak. Tanpa gejolak politik yang besar.

Adakah peristiwa besar yang sampai menenggelamkan perayaan kemerdekaan ini melahirkan perubahan besar?

Merdeka!

Polisi sudah dipisah dari . Agar tidak lagi jadi adik bungsu setelah Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Kegagalan mereformasi diri bisa menimbulkan dampak yang dalam. Misalnya soal penempatan personel yang bisa ke mana saja –termasuk ke jabatan politik itu.

yang kini berada langsung di bawah presiden ternyata masih banyak sisi negatifnya. Polisi yang netral masih sulit diharap. Bahkan bisa menular. Kini mulai disuarakan perlunya bisa mendapatkan penugasan sefleksibel .

Yang menyuarakan itu bukan orang Duren Satu atau Dua. Yang bicara ini Jenderal Luhut B. Pandjaitan, menko yang terbanyak mendapat penugasan di luar bidangnya. "Saya sudah lama mengusulkan perubahan Undang-Undang ," ujar Luhut di Sentul, 5 Agustus lalu. Yakni UU Nomor 34 Tahun 2004. "Yakni sejak saya menjabat Menko Polhukam," tambahnya.

Luhut ingin anggota bisa ditugaskan di kementerian. Atau lembaga negara lain. Tentu atas permintaan dari institusi tersebut. Juga harus mendapat persetujuan Presiden.

Luhut melihat sekarang ini begitu banyak bintang di lingkungan . Kalau mereka bisa ditugaskan di kementerian atau lembaga, akan sangat efisien. "Yang perlu dijaga, jangan sampai sesama bintang berkelahi untuk mendapat penugasan itu," katanya.

Luhut memberi contoh di Kemenko yang ia pimpin. "Saya tidak bisa mendapat bantuan tenaga dari . Yang bisa dari ," katanya. bisa ditempatkan di mana-mana. Bahkan termasuk di perhubungan –yang di zaman dulu identik dengan ''jatah'' -AL atau -AU.

Simak berita selengkapnya ...

Lihat juga video '3 Prajurit TNI Gugur Akibat Baku Tembak di Papua':