Bupati Jember Hendy Siswanto saat diwawancarai wartawan.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Bupati Jember Hendy Siswanto mengungkapkan maksud penciptaan 'Mars Jember' adalah untuk mengingatkan semangat pengentasan kemiskinan.
"Kami bikin mars bukan buat gagah-gagahan. Tapi mengingatkan kita semua, di dalam mars itu ada proyek (pengentasan) kemiskinan. Itu belenggu penderitaan betul. Tandik pesse (dalam bahasa madura: tidak punya uang) ya menderita," ungkapnya, Rabu (12/10/2022).
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Ia mengungkapkan, bahwa angka kemiskinan di Jember masih mencapai 257 ribu jiwa. Sedangkan pengangguran mencapai 67 ribu jiwa.
Menurutnya, akar persoalan kemiskinan adalah infrastruktur, khususnya jalan dan penerangan yang belum merata. "Infrastruktur rusak, ekonominya pasti tidak bergerak," katanya.
Karena itu, pihaknya memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan akses perekonomian masyarakat.
"Dengan adanya infrastruktur jalan yang rusak, ini membuat orang yang sudah tidak punya duit tidak bisa ke mana-mana. Kami sadar, di tahun 2021 kami hajar langsung proyek jalan. Alhamdulillah, 1.200 kilometer selesai 7 bulan. Itu se-Kabupaten Jember. Tahun ini kita tambah 700 kilometer," tuturnya.
Ia optimis perbaikan jalan di periode kepemimpinannya akan menyentuh seluruh wilayah Kabupaten Jember. "Selesai sampai gunung-gunung nanti," pungkasnya.
Sekadar informasi, Mars Jember diciptakan saat kepemimpinan Hendy Siswanto. Mars Jember selalu diperdengarkan dalam setiap agenda dan kegiatan Pemkab Jember. (yud/bil/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




