"Karena kita sudah diajarkan bahwa intoleransi yang dikembangkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu adalah intoleransi yang bersifat transnasional, maka kita harus hati-hati," tuturnya.
Oleh karena itu, ia mengajak jangan sampai dasar berpikir bangsa Indonesia yang sudah bagus kemudian harus terpengaruh dengan pola pikir yang intoleransi itu. Karena dengan berpikir intoleransi pada akhirnya dia akan naik tingkat menjadi radikal teror.
Menurut dia, radikal ini adalah konotasi radikal yang jelek. Jadi kalau orang ingin mencapai sesuatu boleh membunuh, boleh menyakiti orang lain berarti ini sesuatu yang berbahaya tidak boleh dibiarkan.
"Paham yang bermuatan permusuhan secara eksplisit mengizinkan penggunaan kekerasan yang dilandaskan cara berpikir yang intoleran, cara berpikir yang tidak bisa menerima perbedaan di dalam negara kita. Maka harus dicegah sejak dini," paparnya.










