Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, saat memberi sambutan dalam Halaqah Ulama dan Umara. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menghadiri Halaqah Ulama dan Umara yang diadakan oleh MUI di Kota Pudak, Sabtu (10/12/2022). Kegiatan bertajuk 'Hidup Damai Tanpa Saling Menyalahkan' itu berlangsung di Masjid Agung Gresik (MAG).
Bupati Gresik menyampaikan, sejarah tidak mencatat atau membuat prasasti nama-nama netizen yang suka mencela, mencaci maki apalagi menghasut.
"Di era digital dan kemajuan teknologi saat ini, setiap lapisan masyarakat menjadi bagian dari pengguna teknologi, termasuk media sosial (medsos)," ucapnya.
Ia berpesan, apabila menemukan persoalan atau perselisihan, sebaiknya jangan disampaikan melalui media sosial terlebih dulu. Apalagi permasalahan yang seharusnya tidak disebarluaskan.
Ditambah lagi, dengan maraknya aksi gangster akhir-akhir ini yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Melalui forum ini, pemerintah daerah, kiai, ulama dan umara, sudah menunjukkan perannya dalam ikut menjaga kondusifitas di Kabupaten Gresik," tuturnya.
Bupati mengapresiasi MUI dan seluruh pengurusnya, yang sudah menyelenggarakan acara ini.
Menurut ia, tema yang diangkat sangat pas dengan kondisi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang terjadi baru-baru ini.
"Mari bersinergi, bersama-sama kita jaga kondusifitas di Kabupaten Gresik," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Gresik, KH Mansoer Sodiq, mengatakan bahwa tugas pihaknya yang terberat adalah menyatukan umat dengan Islam washatiyah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




