Ringkasan Berita
- Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan Job Fair Tematik 2026 sebagai bagian strategi membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan dan akuntabel, bukan sekadar acara seremonial.
- Sebanyak 1.976 lowongan kerja difasilitasi pada 2026, melengkapi total 3.677 posisi yang telah dibuka sejak Januari, dengan mayoritas untuk lulusan SMK/SLTA.
- Pemkab Gresik berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi agar selaras dengan UMK yang tinggi dan kebutuhan industri yang berkembang.
- Evaluasi ketat dijalankan, termasuk kewajiban pelaporan hasil rekrutmen oleh perusahaan, untuk mengukur efektivitas penempatan dan menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
- Job Fair juga menghadirkan seminar link and match dengan industri, menekankan pentingnya magang, serta melantik fasilitator Jaga Migran Rangers untuk perlindungan PMI.
GRESIK,BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair Tematik 2026 yang digelar pemerintah bukan sekadar agenda seremonial ataupun gimik.
Kegiatan yang digelar di IconMall Gresik pada Jumat (17/7/2026), merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Gresik dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, akuntabel, sekaligus memastikan tenaga kerja lokal mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.
"Job fair ini bukan gimik. Seluruh prosesnya bisa kita pertanggungjawabkan, mulai dari siapa yang mendaftar, mengikuti seleksi, sampai siapa yang akhirnya diterima bekerja. Semua tercatat dalam sistem sehingga hasilnya bisa diukur dan dievaluasi," ujar Bupati saat membuka Job Fair Tematik 2026.
Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani, mengatakan tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).










