Saya tak habis pikir. Bukankah realitas politik ini menghina akal sehat kita. Tapi faktanya masih ada saja tokoh – bahkan kiai - hanyut memberi dukungan secara terbuka. Baik lewat rekaman video maupun tertulis.
Mereka lugu secara politik?
BACA JUGA:Kritik Tajam Piala Dunia 2026: FIFA Dituduh Rakus, Pemain Diperas, hingga Masalah Diskriminasi Fans
Ini memang ironis. Rakyat Indonesia yang sekarang (2023) berjumlah 273, 52 juta jiwa mengalami krisis pemimpin nasional. Berarti para pemimpin negeri ini selama ini gagal menyiapkan regenerasi. Ini terpaksa harus saya kakatan. Apa boleh buat. Faktanya, mereka selama ini sibuk dengan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Sehingga tak sempat – bahkan tak peduli – menyiapkan kader pemimpin masa depan.
INTERVENSI AMERIKA DAN CHINA










