Motor korban yang disembunyikan teman temanya karena takut diperiksa Polisi.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kasus kematian, Muhammad Iqbal Firdaus (19), warga Dukuh Kupang Barat VII, yang tergeletak di A Yani, Surabaya pada Minggu (2/4/2023) dini hari sekitar pukul 2.30 WIB, yang diduga sebagai korban begal akhirnya terungkap.
Terungkapnya kematian mahasiswa Universitas Sunan Giri Gresik itu, dijelaskan oleh Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman saat jumpa pers, Senin (3/4/2023) pukul 19.00 WIB, di halaman Satpas Colombo.
BACA JUGA:
- Nenek 74 Tahun Tewas Tersambar KA Barang di Krembangan Surabaya, Korban Terseret 5 Meter
- Pemotor Tertimpa Tembok Bangunan di Karangpilang Surabaya, Tewas Usai Dibawa ke RS
- Polrestabes Surabaya Amankan 100 Motor Balap Liar saat Razia Presisi
- Jalan Mulus Panjang Jiwo Disalahgunakan Balap Liar, Wali Kota Eri Minta Patroli Gabungan Diperketat
Saat jumpa pers juga dihadirkan motor milik korban, Honda PCX dengan nopol L 5111 LA yang sebelumnya dinyatakan hilang di tempat kejadian, serta dua pemuda teman korban, Muhammad Iqbal Firdaus, yaitu Justin dan Aris.
“Baik rekan rekan media dalam keterangan sekarang akan kita beberkan kejadian sebenarnya, dimana sebelumnya banyak informasi melalui media sosial terkait peristiwa di Jl. A. Yani, Surabaya yang menewaskan mahasiswa asal Surabaya. Bahwa dari peristiwa tersebut murni adalah kecelakan,” ujarnya, Senin (3/4/2023) malam.
AKBP Arif mengatakan, telah ditemukan motor korban ada hubungan dengan dua teman korban yang dihadirkan saat jumpa pers.
“Tidak adanya motor korban saat kejadian ternyata disembunyikan oleh Aris dan Justin. Maksud mereka membawa motor korban karena takut motor tersebut di tindak Polisi, karena motor tersebut knalpotnya brong. Jadi maksud mereka motor itu Khawatir disita oleh Polisi,” tambahnya.






