Karena itu Kiai Asep selama tiga hari tiga malam di Thailand minta hotel tempat ia dan rombongan menginap terjamin kehalalannya.
Di Thailand memang tergolong sulit makanan dan minuman halal. “Semua restoran di sini mengandung babi,” kata Qulyubi, warga Thailand berwajah Pakistan, yang menjadi tour guide. “Meski ada cap halal di tokonya, jika yang orang jual pakai celana pendek jangan percaya. Pasti babi,” tambahnya.
Untung di Thailand ada The Gulf Halal Centre dan the Central Islamic Council of Thailand. Lembaga di bawah Majelis Syaikhul Islam Thailand, lembaga sejenis MUI, itu sangat ketat dan tegas melindungi umat Islam dari makanan dan minuman halal umat Islam.
Berbeda dengan MUI yang kontrolnya sangat lemah, The Central Islamic Council of Thailand, sangat ketat mengontrol produk yang sudah berserifikasi halal. Setiap bulan lembaga ini dua kali mengaudit atau mengecek produk-prodok yang bersertifikasi halal. Sehingga produk-produk itu terjamin kehalalannya.










