Perwira asli Bojonegoro ini menjelaskan, kronologi kejadian itu berawal ketika anggota gangster TGG dari Lamongan dan Bojonegoro mendapatkan tantangan dari gangster lain di Kabupaten Tuban melalui media sosial.

Setelah berkumpul, belasan remaja kemudian bergerak ke Kabupaten Tuban. Mereka mendapati korban AZ (15) bersama dua temannya berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Widang, Tuban.
"Tanpa basa-basi, kelompok gangster tersebut langsung mengejar dan membacok serta menginjak-injak korban hingga mengalami luka bacok pada bagian kepalanya. Selain membacok dan memukul korban, barang-barang milik korban seperti motor, helm, handphone-nya diambil oleh tersangka," imbuh Kapolres.










