Ilustrasi. Foto: Ist
TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, diterjang angin puting beliung selama 2 jam, Senin (4/3/2024) sore. Akibat kejadian pukul 16.00 Wib itu, 13 atap rumah warga rusak parah.
Hujan deras dan angin kencang disertai puting beliung tersebut baru reda sekira pukul 18.00 WIB. Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma, memastikan peristiwa itu.
BACA JUGA:
- Kepesertaan JKN Tulungagung Tembus 84,52 Persen, Keaktifan Peserta Masih Jadi PR
- Toko Miras Tanpa Izin di Ngunut Tulungagung Disegel, Puluhan Botol Minuman Impor Disita
- Manasik Haji 133 Santri Cilik di Tulungagung Satukan PAUD, TK dan SD
- BPJS Satu dan PIPP Jadi Andalan Peserta JKN saat Jalani Perawatan di Rumah Sakit
"Awal kami menerima laporan hanya beberapa rumah saja, kemudian petugas kami segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melihat dampak kerusakannya," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/3/2024).
Selama melakukan pemantauan, pihaknya mencatat rupanya terdapat sebanyak 13 rumah warga Desa Waung yang mengalami kerusakan pada bagian atap, seperti bagian genteng yang berjatuhan hingga asbes yang hancur dan hilang terbawa angin.
Mendapati laporan itu, pihaknya kemudian memberikan bantuan bagi warga terdampak berupa sembako dan terpal untuk menutup lubang pada atap yang berlubang. Diketahui, bantuan tersebut juga sudah diterima warga terdampak pada Selasa (5/3/2024) agar atap rumahnya bisa ditutup sementara.
"Kami memang menyediakan terpal untuk diberikan kepada warga terdampak bencana angin kencang agar atapnya bisa ditutup sementara sembari menunggu pengadaan atap berupa genteng atau asbes," kata Gilang.
Selain bantuan sembako dan terpal, ia menyebut Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tulungagung saat ini juga sedang melakukan asesemen terhadap kerusakan yang dialami 13 rumah itu. Hal tersebut dilakukan untuk melihat berapa kerugian dan bahan material apa yang dibutuhkan.
Pasalnya, Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi berencana untuk memberikan bantuan material terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan. Bantuan material tersebut disesuaikan dengan kebutuhan warga dan tentunya kemampuan anggaran bencana.
"Biasanya kerusakannya apa, ya itu yang akan diberikan bantuan. Tetapi pemberian bantuan itu sesuai dengan kemampuan anggaran kebencanaan yang kami miliki," pungkasnya. (fer/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




