Program Trimandara, lanjut Dewi, memang diarahkan khusus kepada para santri sebagai wujud nyata dari penerapan konsep Triple Bottom Line (TBL) oleh PT Jasa Raharja. Di mana, perusahaan tidak hanya fokus pada pencapaian keuangan (profit) belaka, tapi juga mempertimbangkan dampak sosial (people) dan lingkungan (planet).
"Melalui edukasi keselamatan berkendara, PT Jasa Raharja berusaha menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama di kalangan remaja atau Gen Z yang dominan dalam statistik kecelakaan," paparnya.
Menurut dia, implementasi program Trimandara juga merupakan aplikasi dari konsep Pentahelix, yang melibatkan kolaborasi antara akademi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media. Kolaborasi ini terlihat jelas melalui partisipasi Korlantas Polri dan dukungan dari Pondok Pesantren Queen Al Falah, yang menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencapai tujuan bersama, yaitu mewujudkan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari gaya hidup.
"Ramadan ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk mempertebal kesabaran dan kesadaran dalam berkendara. Kami berharap, melalui program Trimandara, dapat mendorong terciptanya disiplin berlalu lintas di kalangan santri dan generasi muda, yang kelak dapat berdampak positif bagi masyarakat luas," harap Dewi.










