Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja. Foto: Dok. Bawaslu.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) siap memberikan keterangan pada sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam sidang tersebut, salah satu poin yang nantinya akan disampaikan adalah terkait bantuan sosial (bansos).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan 8 Jenis Bansos di Madiun, Warga Miskin Ekstrem Terima Rp1,5 Juta
- Tegaskan Semangat Gotong Royong, Bupati Mojokerto Dampingi Gubernur Jatim Salurkan Ribuan Bansos
- Khofifah Kucurkan Bansos Rp7 M Lebih di Kabupaten Malang, Perkuat Jaring Pengaman Sosial
- Pantau Penyaluran BLTS Tahap Akhir di Surabaya, Mensos Gus Ipul Optimis Realisasi Capai 95 Persen
"Yang disorot kan kebanyakan pada saat pendaftaran calon capres dan cawapres. Kemudian pada saat penggunaan bansos dan lain," kata Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, usai sidang perdana sengketa pilpres di gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2024).
Ia mengatakan, Bansos menjadi salah satu yang disorot pemohon dalam sidang sengketa tersebut.
Menurutnya, penyaluran bansos dinilai menjadi salah satu tindak kecurangan yang dilakukan pemerintah untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.
Ia mengatakan, Tim AMIN menilai kehadiran para menteri merupakan hal penting untuk membuka cerita serta fakta yang ada terkait pengerahan sumber daya negara.
Bagja menjelaskan, pihaknya akan memberikan penjelasan terkait bansos dari sudut pandang pengawas pemilu. Selain itu, Bawaslu akan menyampaikan hal-hal yang diketahui oleh pihaknya.
"Kita juga harus menjelaskan bagaimana penggunaan bansos menurut Bawaslu seperti apa. Nanti kita akan jawab," ujar dia.
Rencananya, Bawaslu akan memberikan keterangan di sidang sengketa pada Kamis (28/3/2024). Selain itu, agenda sidang besok juga akan mendengarkan keterangan termohon dan pihak terkait. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




