Tiongkok Banjir Mobil Listrik

Tiongkok Banjir Mobil Listrik Dahlan Iskan

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Tiongkok atau China banjir mobil  listrik. Negara komunis itu memproduksi mobil listrik dengan berbagai merk, sehingga wartawan kondang Dahlan Iskan, tak bsa menghafalnya. Saking banyaknya.

Di Indonesia mobil produk China sudah lama berkeliaran di jalan raya. Tapi apa hubungannya Tiongkok dengan Tegal, Tasik dan seterusnya?

Silakan simak tulisan tokoh pers nasional yang mantan menteri BUMN itu. Selamat membaca:

KE TIONGKOK kali ini saya tidak ke kota besarnya sama sekali. Pun tidak ke kota level dua atau level tiga.

Enam kota yang saya kunjungi kali ini, semua di level empat. Setingkat Tasikmalaya, Tegal,

Dumai, Bitung, atau Balikpapan. Daerahnya pun hanya di tiga provinsi di selatan. Di provinsi pulau Hainan saya ke San-Ya dan Haikou. Di provinsi Guangdong saya ke Shantou, Jieyang, Meizhou, dan Chaozhou. Di Fujian saya ke Putian.

Semuanya jalan darat –kecuali dari Haikou di Pulau Hainan ke Jieyang di Tiongkok daratan.

Semuanya dengan mobil listrik. Pun ketika harus menempuh perjalanan sejauh lima atau enam jam.

Begitu banyak merek mobil listrik di Tiongkok. Saya tidak kunjung hafal. Tidak mungkin bisa hafal. Ratusan merek. Pemerintahnya seperti membiarkan seribu bunga bermekaran.

Di Haikou, saya minta diantar ke mal teramai di kota itu. Di pusat kota. Bangunannya hanya empat lantai. Kelasnya mirip ruko yang dijadikan satu. Tapi di parkirannya ada 15 stasiun

pengisian baterai mobil listrik. Dari 15 itu hanya satu yang kosong.

Dari 14 mobil yang mengisi listrik di situ tidak satu pun yang mereknya sama. Saya catat satu per satu. Ada merek Eado. Baru sekali ini saya tahu. Jangan-jangan Anda sudah tahu lebih

dulu. Ada merek One. Belum pernah saya lihat. Roewe –yang ini saya pernah ke showroom- nya di Hangzhou.

Ada pula merek Haval –sering saya lihat melaju di jalan raya. Ada Denza –yeeiii ini "Alphard" idaman baru saya. Ada merek Zeekr 001 –belum kenal sama sekali.

Lalu ada Qashqai –pusing membacanya. Ada BYD –Anda sudah tahu: dibaca Piyati. Lalu ada mobil listrik mereknya hanya ditulis dalam huruf Mandarin. Ups.. Masih ada dua lagi yang mereknya juga hanya ditulis dalam huruf Mandarin.

Masih ada lagi merek Chery –Anda sudah tahu. Yang awalnya hanya bisa memproduksi mobil kecil murahan. Lalu ada merek Aion, Lynk & Co, Lincoln, Tesla, Aito, Aion, dan satu lagi: MW. Tanpa B.

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO