Ditolak Xi Jinping, CEO Nvidia Akan Kunjungi China

Ditolak Xi Jinping, CEO Nvidia Akan Kunjungi China CEO Nvidia, Jensen Huang.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - CEO , Jensen Huang dikabarkan akan mengunjungi pada akhir bulan ini. Kunjungan tersebut, sebagai upaya raksasa chip untuk mendapatkan akses pasar utama bagi buatan .

Dari informasi yang dihimpun Bloomberg, Huang akan menghadiri acara perusahaan menjelang liburan akhir tahun Imlek, dan dikabarkan akan mengunjungi Beijing. Namun tidak ada laporan secara detail, Huang akan bertemu siapa di .

Kunjungan ini, dilakukan saat berusaha membuka kembali pasar , yang sebelumnya dibatasi oleh kontrol ekspor AS terhadap chip AI canggih. Berdasarkan India Times, pemerintahan menjual chip AI H200-nya ke .

Perusahaan diperkirakan akan memulai kembali pengiriman meskipun ada penolakan dari pihak-pihak di Washington yang menentang hubungan bisnis dengan . Namun persoalannya, segera setelah keputusan AS tersebut, pejabat bea cukai dilaporkan menyatakan bahwa chip H200 tidak diizinkan masuk ke negara itu.

Sejumlah laporan menyebutkan petugas bea cukai diperintahkan bahwa chip H200 tidak diperbolehkan masuk. Beberapa hari setelah pejabat bea cukai memblokir prosesor itu, para pemasok komponen utama untuk chip AI tersebut dilaporkan menghentikan lini produksi mereka.

Laporan terbaru Financial Times, yang mengutip dua orang yang mengetahui masalah ini, mengatakan bahwa produsen suku cadang chip penting, termasuk papan sirkuit cetak (PCB) yang dibutuhkan untuk mengemas chip H200, menghentikan operasi demi menghindari penumpukan stok yang tak terjual.

Sementara itu, berbagai laporan menyebut bahwa meskipun perusahaan teknologi seperti Alibaba, ByteDance, dan Tencent ingin membeli H200 karena performanya, pemerintah menekan mereka untuk memprioritaskan alternatif domestik, seperti chip Ascend buatan Huawei, dan menghindari penggunaannya untuk tujuan yang dapat mengancam keamanan nasional.

Menurut laporan FT, meskipun telah memesan lebih dari 2 juta unit H200, beberapa pelanggan membatalkan pesanan mereka akibat ketidakpastian tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO