"Dari hasil pemeriksaan tadi kita lihat sudah ada pemeriksaan untuk tes urine, kemudian juga terkait dengan pelayanan kesehatan baik bagi penumpang maupun bagi sopir. Saya kira ini bagus dan juga ada ruang pelayanan terkait dengan apabila ada keluhan dari masyarakat yang mungkin ada gangguan terkait dengan masalah kriminalitas," kata Kapolri.
Menurutnya, secara umum hal ini menjadi penting karena Jawa Timur menjadi salah satu utama mudik, karena memang dari hasil evaluasi tahun sebelumnya, angka laka lebih tinggi di wilayah lain.
"Tadi kita ingatkan untuk betul-betul menjaga keselamatan para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, yang menggunakan kendaraan angkutan utamanya memastikan bahwa di daerah-daerah yang sering terjadi rawan kecelakaan itu diberikan sosialisasi," jelasnya.
"Perhatikan rest areanya, sehingga kemudian masyarakat yang capek bisa istirahat terlebih dahulu ataupun jangan buru-buru pengen cepat sampai menambah kecepatan dan akhirnya malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," lanjut Kapolri.










