Berkeliaran dan Resahkan Warga, Puluhan Gangster Bocil Diamankan Polres Tuban

Berkeliaran dan Resahkan Warga, Puluhan Gangster Bocil Diamankan Polres Tuban Para anggota gangster yang mayoritas anak di bawah umur saat diminta meminta maaf kepada orang tua masing-masing.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan anak di bawah umur yang tergabung dalam Gangster Generasi Setan Perang diamankan Satreskrim Polres Tuban saat berkeliaran di wilayah Kota Tuban, Jum'at (19/4/2024) dini hari.

Sambil konvoi, puluhan remaja yang mayoritas teridentifikasi bocah cilik (bocil) itu melakukan sweeping ke jalan-jalan sekitaran kota. Mereka juga terus menggeber motor sembari berteriak dan mengacungkan alat pemukul besi dan bendera kelompok.

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Rianto mengatakan mereka datang dari berbagai kecamatan seperti Widang, Parengan, Bangilan, dan sekitarnya. Lalu berkumpul di sekitar Kompleks GOR Tuban karena ada agenda kopdar.

"Jadi mereka itu janjian dulu melalui di grup WhatsApp dan bertemu di suatu tempat yang telah ditentukan. Sekitar ada 60 pemuda yang berkumpul," paparnya.

Setelah kumpul, mereka lalu konvoi ke jalan-jalan protokol hingga di jalur pantura. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, petugas terus membuntuti dari belakang hingga kemudian dilakukan pengamanan.

"Ada 10 pemuda yang kami amankan dan sisanya kabur. Sedangkan, ada 8 motor juga kami amankan yang ditumpangi para pemuda tersebut," terang mantan Kapolsek Jenu itu.

Tidak hanya kabur, kata Rianto, beberapa pemuda juga nekat melawan petugas kepolisian. Mobil yang ditumpangi petugas sempat ditabrak oleh gerombolan pemuda tersebut. Akibatnya mobil petugas mengalami kerusakan pada bodi dan lampu sisi kiri.

"Para pemuda itu kami kembalikan ke orang tuanya. Para orang tua kami panggil dan harus tanda tangan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi," tegasnya.

Rianto mengimbau masyarakat Tuban tetap tenang dan segera melapor polisi bila mengetahui gerombolan pemuda yang konvoi sambil membawa sajam ataupun sejenisnya.

"Apabila menjumpai rombongan seperti itu sebaiknya segera mungkin lapor ke kami," pungkasnya. (wan/rev)