Manasik haji dan umroh di Lapangan Graha Sandia, Kecamatan Merakurak, Kamis (2/4/2024).
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 20 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Tuban dipastikan gagal berangkat tahun 2024 ini. CJH yang gagal berangkat tersebut rata-rata adalaah lanjut usia (lansia).
"Dari 29 calon jemaah haji lansia, yang berangkat hanya 9 orang, sedangkan sisanya tidak berangkat," kata Kepala Kemenag Tuban, Hj Umi Kulsum usai memantau kegiatan manasik haji dan umroh di Lapangan Graha Sandia, Kecamatan Merakurak, Kamis (2/4/2024).
BACA JUGA:
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
Kata dia, 20 CJH yang gagal berangkat tersebut lantaran ada yang sudah meninggal dunia, sedang sakit, gangguan kesehatan, dan istithaah atau syarat ketentuan kesehatan yang tidak diizinkan oleh dinas kesehatan.
Adapun CJH asal Kabupaten Tuban yang berangkat tahun ini ada 1.163 orang dengan rincian 620 jemaah perempuan dan 543 orang jemaah laki-laki.
"Untuk CJH tertua bernama Sripa, usianya 94 tahun asal Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel. Sedangkan, jemaah termuda usia 19 tahun bernama Sofi Diana Anggraeni asal Plumpang," kata Umi.
Mantan Ketua Fatayat NU Tuban itu menjelaskan, rangkaian kegiatan pada bimbingan kali ini dilakukan secara lengkap, baik umroh haji dan praktik pelaksanaan haji.
Sebelumnya, para CJH juga telah mendapatkan bimbingan manasik di Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) 16 kali dan pemantapan di KUA sebanyak 6 kali.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




