"Sekolah Peduli Inflasi ini sudah sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Ini harus dimasifkan agar semakin banyak masyarakat yang melakukan urban farming," ucapnya.
Saat membuka kegiatan ini, Deputi Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Kediri Wihujeng Ayu Rengganis, mengungkapkan, di Kota Kediri tidak banyak lahan yang bisa digunakan untuk memproduksi komoditas pertanian sehingga program urban farming menjadi salah satu prioritas program yang dikembangkan di Kota Kediri.
"Harapannya dengan urban farming kita bisa memanfaatkan lahan yang terbatas di sekolah, di rumah untuk memproduksi kebutuhan pangan dari halaman sendiri," terangnya.
Untuk meningkatkan semangat siswa, ada 25 SMP/MTs yang akan ikut serta dalam kompetisi Sekolah Peduli Inflasi. Kompetisi akan dilakukan mulai bulan Juni hingga September 2024. Bagi sekolah yang dianggap memberikan progress terbaik, di akhir kompetisi akan diambil 5 pemenang yakni 3 juara utama dan 2 juara harapan.










