Menurut dia, penilaian-penilaian tersebut selanjutnya akan dijadikan bahan evaluasi atas kinerja dan pencapaian.
“Kira-kira apa kekurangannya dan solusi apa yang harus diambil merujuk pada 111 unsur yang sesuai dengan standar nasional,”imbuhnya.
Dari keseluruhan unsur tersebut diklasifikasikan menjadi 2 kelompok intervensi, yakni intervensi spesifik dan sensitif. Di mana intervensi spesifik mencakup layanan pemeriksaan ibu hamil dengan USG 2 kali selama kehamilan di puskesmas, program 1 puskesmas 1 dokter spesialis anak untuk layanan rujukan balita stunting, pemberian pangan dengan kondisi khusus (PDK) bagi ibu hamil KEK, pelayanan imunisasi dasar lengkap.
Sementara untuk intervensi sensitif meliputi pelatihan strategi komunikasi bagi kader kesehatan di 46 kelurahan dan tenaga kesehatan, pengembangan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di seluruh kelurahan, penyelesaian kawasan kumuh terintegrasi, pelibatan pendamping PKH untuk edukasi peningkatan gizi keluarga, edukasi bagi remaja putri dan sebagainya.










