Asprov PSSI Jatim Gelar Grassroots Football Festival

“Mereka tidak diajarkan untuk tanding, siapa yang menang, bukan. Tapi diajarkan bagaimana kita melatih anak, bukan sekadar permainan atau sekadar tekniknya, tapi juga bagaimana membangun, fondasinya dulu. Bahasanya Asprov PSSI Jatim budi pekertinya dulu,”ujar dia.

Menurut dia, di festival ini para pemain usia dini diajarkan disiplin, jujur, tidak curang, tidak menyakiti teman, dan harus kompak dalam satu tim. “Ini karakter yang harus dibangun dari awal. Karena dengan target PSSI timnas bisa tampil di Piala Dunia 2038, maka anak-anak ini yang harus disiapkan mulai sekarang,”kata Ikhsan.

Lebih jauh, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya ini menyatakan, tahun 2038, adik-adik ini adalah masa depan sepak bola Indonesia. “Ya, 10 tahun lagi kita lihat adik-adik ini menjadi pilar di klub-klub besar Indonesia, dan 15 tahun lagi bisa main di klub-klub elit dunia,” tandas dia.

Sementara Komite Pengembangan Usia Muda Asprov PSSI Jatim, Raja Siahaan menjelaskan, PSSI memiliki visi membangun pemain usia dini yang bakal mengisi skuat Timnas Indonesia untuk sukses lolos ke Piala Dunia pada 2038. Karena itu, dia meminta kepada orang tua pemain harus serius mengikuti kegiatan seperti ini, sehingga anak-anak usia 10 dan 12 tahun bisa menjadi pemain timnas Indonesia.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: