Laba ini didapatkan melalui income atau pendapatan perusahaan yang menyentuh di angka Rp13,17 triliun dan melampaui target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2023 sebesar Rp12,97 triliun, atau setara 103 persen.
"Perolehan laba tersebut tentu tidak lepas dari berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh insan Petrokimia Gresik. Selain menciptakan value creation atau nilai tambah sebesar Rp381,1 miliar, inovasi Petrokimia Gresik juga mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder," ucap Dwi Satriyo.
Berikutnya, inovasi yang dijalankan Petrokimia Gresik juga juga menyentuh di bidang lingkungan, dan berhasil mendapatkan penghargaan dari Kemenperin sebagai terbaik pertama untuk kategori environmental, social, and governance (ESG).
Perusahaan juga mendapatkan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yaitu Proper Emas selama tiga tahun berturut-turut, beserta ratusan penghargaan lainnya.









