Baginya mempunyai rumah bangunan yang layak huni selama ini, hanya merupakan impian saja. Sebab, dari hasil dagang putranya hanya dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja.
Menurut Shiddiq, sebelum memilih rumah lansia yang telah lama ditinggal mati suaminya itu, pihaknya melakukan proses penyeleksian. Hingga akhirnya, menemukan rumah Kasmi yang memenuhi kriteria mendapatkan rumah syukur.
Shiddiq menjelaskan, penyerahan rumah syukur itu, diberikan tepat pada peringatan hari sumpah pemuda. Sehingga, rumah syukur yang dibangun dari gotong royong dari Pemuda Shiddiqiyyah itu, dapat diselesaikan selama satu bulan.
"Dengan membangun rumah syukur ini kita bukan sekedar memperingati hari sumpah pemuda tetapi kita mensyukuri dengan adanya sumpah pemuda," terangnya.










