Diiakui oleh Suhardono, bahwa di zaman modern ini tidak sedikit lembaga pendidikan yang berbau bisnis. Justru tujuan bisnis itulah yang menghancurkan kualitas pendidikan.
āKalau mau negara ini maju, pendidikan itu jangan dibuat bisnis, jangan dibuat untuk mencari keuntungan. Ini yang merusak. Untuk itu pesantren kebangsaan ini tidak ada tujuan bisnis. Apalagi ini pesantren untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara (karakter), niat bisnis tidak boleh, kita semua harus benar-benar ikhlas,ā tambahnya.
Salah satu calon guru pengajar, Erni Nengtyas, menambahkan, bukan hanya harus bersih dari niatnya tapi juga harus bersih sumber dananya.
āMendidik karakter kebangsaan itu tidak mudah, harus benar-benar suci, bersih. Termasuk biaya pembangunan harus dana yang halal tidak boleh uang hasil korupsi, misalnya, nanti tidak barokah,āujar Erni Nengtyas.










