Pada pengendalian inflasi ini, ada beberapa arahan yang disampaikan oleh Kemendagri. Zanariah menyebut, kabupaten/kota untuk memastikan ketersediaan stok/pasokan secara rutin, serta melakukan analisis prediksi kenaikan / penurunan harga bahan pangan pokok, kemudian perlu percepatan realisasi impor bahan baku pakan, untuk mengatasi permasalahan pakan ternak.
Perlu antisipasi dampak bencana yang disebabkan kondisi cuaca terhadap produksi pertanian di daerah pemda agar berkoordinasi dengan BMKG. Selanjutnya, lebih merinci jenis komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga per hari dan mingguan, serta menetapkan target penurunan harga komoditas yang di atas HET/HAP, melakukan rekonsiliasi data, mengintegrasikan data-data, sehingga bisa mengintervensi secara tepat.
"Serta terakhir, Kemendagri terus mendorong pemda melakukan Rakor atau Analis Evaluasi (ANEV) pengendalian inflasi daerah, pengalokasian anggaran untuk mengendalikan inflasi, mengambil langkah lebih proaktif dalam pengendalian inflasi daerah yang berbasis data dengan berkoordinasi dengan BPS dan KPWBI Kediri serta memperhatikan hasil Indeks Perkembangan Harga (IPH), dan identifikasi penyebab kenaikan harga barang/jasa,” paparnya.
Dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2024 yaitu Natal sekaligus tahun baru tahun 2025. Zanariah mengungkapkan bahwa TPID Kota Kediri akan melaksanakan beberapa kegiatan yang pertama, monitoring harga yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk dipublish di Siskaperbapo dan portal Siasat (siaga inflasi aman terkendali).










