“Tujuan kami adalah untuk belajar dari Kota Kediri, yang telah lebih maju dalam beberapa aspek, termasuk pengelolaan infrastruktur perumahan dan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap, melalui kunjungan ini, kami dapat mengadaptasi program-program inovatif yang sesuai untuk diterapkan di Kabupaten Tuban,” ujar Suratmin.
Kabupaten Tuban, lanjutnya, masih menghadapi tantangan berupa angka kemiskinan yang cukup tinggi. Suratmin berharap, pembangunan infrastruktur yang lebih terarah dan kolaboratif dapat menjadi solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menurunkan angka kemiskinan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Kabupaten Tuban mengapresiasi program-program Pemkot Kediri yang melibatkan berbagai pihak.
Seperti Baznas, Corporate Social Responsibility (CSR), dan perusahaan-perusahaan swasta. Salah satu program yang menarik perhatian adalah pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang didanai melalui sumber-sumber kolaboratif tersebut.










